• Kamis, 1 Desember 2022

Tawaf, Sa’i dan Kehidupan Dunia

- Selasa, 12 Juli 2022 | 13:55 WIB
Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali. (Tawaf, Sa'i dan Kehidupan) (Beritabulukumba.com).
Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali. (Tawaf, Sa'i dan Kehidupan) (Beritabulukumba.com).

BERITABULUKUMBA.COM - Tawaf itu selalu diikuti dengan amalan ritual Sa’i jika itu bukan thawaf-thawaf sunnah. Sebuah kegiatan ritual Haji/Umrah dengan mengelilingi dua ujung bukit bernama Marwah dan Shofa sebanyak tujuh kali. Berawal dari Shofa dan berakhir di bukit Marwah.

Sa’i berasal dari kata “sa’aa-yas’aa-sa’yun” yang bermakna berusaha keras. Kata ini sangat erat relevansinya dengan sejarah Ibu nabi Ismail AS, Bunda Hajar, untuk menemukan air demi keberlangsungan hidupnya dan anaknya ketika itu.

Setelah beliau ditinggal oleh suaminya Ibrahim AS di lembah yang tiada tumbuh-tumbuhan itu, Hajar harus hidup mandiri. Perbekalan seadanya yang dibawa dari Jerusalem dalam perjalanan menuju Mekah itu semakin meminim. Hingga suatu hari perbekalan itupun habis.

Baca Juga: Transformasi dari salah ke saleh

Tentu saja Hajar panik. Beliau menengok kiri kanan dan yang nampak hanya gunung bebatuan. Beliau berlari ke salah satu bukit terdekat karena nampak di mata beliau seperti ada air yang mengalir. Bukti itulah yang dikenal “as-Shofa”. Ternyata penampakan air itu hanya bentuk fatamorgana.

Beliau membalik wajah ke arah ujung di seberang sana juga nampak seperti ada air yang mengalir. Beliaupun berjalan ke arah itu (al-Marwa). Sesampainya di ujung bukit seberang itu ternyata air juga hanya fatamorgana.

Demikain beliau mengelilingi kedua ujung bukit As-Shofa dan Al-Marwa sebanyak 7 kali. Tiba-tiba saja beliau Dikagetkan oleh tangisan bayinya Ismail.

Baca Juga: Raih Digital Banking Terbaik 2022, Bukti Nyata BRI Pacu Transformasi Digital

Hajar AS segera berlari ke arah anaknya itu. Dan di luar dugaannya beliau menemukan air mengalir keluar dari bawa telapak kaki sang bayi, Ismail. Saking gembiranya beliau mengumpulkan atau menampung air itu secara bergumam “zumi, zumi” (berkumpullah, berkumpullah).

Halaman:

Editor: Lenni Lesviani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tawaf, Sa’i dan Kehidupan Dunia

Selasa, 12 Juli 2022 | 13:55 WIB

Transformasi dari salah ke saleh

Rabu, 16 Februari 2022 | 23:29 WIB

Faktor Kamala Harris di Pilpres AS

Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:17 WIB

Seberapa Besar Anda Percaya Jagoan Anda di Pilkada?

Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:06 WIB

Berapa Jumlah Batu Yang Dibutuhkan Sisifus?

Senin, 8 Juni 2020 | 11:42 WIB

Palu Arit di Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2020 | 15:09 WIB
X