• Senin, 15 Agustus 2022

Transformasi dari salah ke saleh

- Rabu, 16 Februari 2022 | 23:29 WIB
Imam Shamsi Ali (Beritabulukumba.com)
Imam Shamsi Ali (Beritabulukumba.com)

Ketika kesalahan itu berubah menjadi dosa yang disebut “dzanbun” Allah menyikapinya dengan sifatNya yang “Ghafirun atau Ghafuur”.

Tapi seseorang terjatuh dalam akumulasi dosa-dosa yang banyak disebut (dzunuub) maka Allah menyikapinya dengan SifatNya yang “Ghaffaar”.

Baca Juga: Shamsi Ali Pimpin Doa Ribuan Warga Bulukumba Untuk BJ Habibie

Dan ketika dosa-dosa itu menumpuk begitu banyak dan menjadi kegelapan (Zhulumaat) dikenal dengan “melampaui batas” atau “israaf”, di saat itu Allah tampil dengan sifatNya yang paling esensi “Rahman, Rahim”.

Allah menegaskan hal itu dalam firmanNya: “Katakan wahai Hamba-hambaKu yang melampaui batas, jangan berputus asa dari kasih sayang (rahmah) Allah. Sungguh Allah mengampuni dosa-dosa semuanya”.

Karenanya kesempatan untuk bertransformasi (berubah) dari “Kesalahan” (dosa-dosa) ke “kesalehan” (kebaikan-kebaikan) selalu terbuka selama manusia masih bernafas.

Baca Juga: Catatan Shamsi Ali: Isu Garis Keras

Dan ketika manusia telah tiada, tapi dalam dadanya ada iman, harapan pengampunan itupun selalu ada.

Yang salah sesungguhnya adalah kebiasaan menghakimi orang lain. Apalagi dengan perasaan paling suci. Itu adalah wilayah Allah yang Ahkamul Hakimin. ****

Penulis: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi/Manhattan City, 16 Februari 2022. Imam Islamic Center of New York yang berasal dari Kabupaten Bulukumba., Sulsel.

Halaman:

Editor: Jabbar Bahring

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tawaf, Sa’i dan Kehidupan Dunia

Selasa, 12 Juli 2022 | 13:55 WIB

Transformasi dari salah ke saleh

Rabu, 16 Februari 2022 | 23:29 WIB

Faktor Kamala Harris di Pilpres AS

Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:17 WIB

Seberapa Besar Anda Percaya Jagoan Anda di Pilkada?

Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:06 WIB

Berapa Jumlah Batu Yang Dibutuhkan Sisifus?

Senin, 8 Juni 2020 | 11:42 WIB

Palu Arit di Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2020 | 15:09 WIB
X