• Minggu, 5 Februari 2023

Allahu Akbar,! Teriak Saksi Saat Melihat Jenazah Korban Sekeluarga pada Mei Lalu

- Selasa, 22 November 2022 | 11:24 WIB
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. (Foto: PMJ News) (Beritabulukumba.com)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. (Foto: PMJ News) (Beritabulukumba.com)

Rumah TKP diketahui hendak dijual seharga Rp 1,2 miliar, namun belum ada yang membeli.

“Pada tanggal 13 Mei, ternyata mediator ini ketemu dengan salah satu pegawai koperasi simpan pinjam. Oleh karenanya dibiarkan digadaikan sertifikat rumah itu. Pada saat itu pegawai koperasi simpan pinjam itu tertarik mengingat lokasi perumahan ini memiliki NJOP yang tinggi. Sedangkan pembayaran untuk simpan pinjam itu maksimal 50 persen dari NJOP, rumah maupun tanah,” kata Hengki.

Tiga petugas KSP yang tiba di rumah TKP saat itu masuk ke dalam rumah untuk melihat sertifikat, dan kemudian mencium aroma busuk di depan rumah.

Budyanto saat itu beralasan selokan rumah lupa dibersihkan. Dian, anak Renny saat itu mengatakan, ibunya sedang tidur dan meminta untuk tidak menyalakan lampu kamar dengan alasan Renny yang sensitif cahaya. Ketika memasuki kamar pun aroma busuk menyengat saat pintu dibuka.

“Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang agak lembut, curiga. Tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya,” papar Hengki.

“Begitu dilihat, langsung yang bersangkutan berteriak takbir, ‘Allahu Akbar! Ini sudah mayat!’ Di tanggal 13 Mei,” tambahnya.

Dian kemudian menyampaikan kepada pegawai yang kaget itu bahwa ibunya masih hidup dan mengaku masih memberikan minum susu dan menyisir rambutnya yang mulai rontok. Pegawai itu kemudian keluar dari rumah bersama dua rekannya.

Budyanto yang mengejar mereka kemudian meminta kepada mereka untuk tidak menceritakan kondisi di dalam rumah kepada siapapun, termasuk tetangga maupun polisi.

“Tolong Pak, jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT ataupun warga sini’. Dan ternyata tidak dilaporkan,” ucap Hengki.

“Ini yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyarakat tidak boleh permisif, kejadian seperti ini agar dilaporkan saja,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Jabbar Bahring

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepasrahan Duloh Serial Killer, Terima Dihukum Mati

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:58 WIB

KPK Surati Ulang Dito Mahendra

Jumat, 3 Februari 2023 | 12:22 WIB

Vonis Kuat Ma’ruf Diputuskan di Hari Valentine

Rabu, 1 Februari 2023 | 00:00 WIB

Jelang Pemilu 2024, Menkeu Minta Investor Tak Khawatir

Minggu, 29 Januari 2023 | 11:01 WIB

Banjir dan Longsor di Manado, 5 Korban Jiwa

Sabtu, 28 Januari 2023 | 18:56 WIB

Polri Tangkap 12 Pengelola Judi Online

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:46 WIB

Lagi Hits, Nongkrong di Pantai Merpati Bulukumba

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:03 WIB

Syarat Bikin SIM C1 Minimal Punya SIM C Setahun

Kamis, 26 Januari 2023 | 20:15 WIB

Seorang TKW Target Serial Killer Bekasi-Cianjur

Kamis, 26 Januari 2023 | 13:25 WIB

Dua Tersangka Net89 Resmi jadi DPO

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:10 WIB
X