• Kamis, 11 Agustus 2022

Jokowi Terima Delegasi IMF

- Senin, 18 Juli 2022 | 22:44 WIB
Presiden Jokowi menerima kunjungan delegasi IMF, Minggu (17/07/2022), di Istana Kepresidenan Bogor., Jabar. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr) (Beritabulukumba.com)
Presiden Jokowi menerima kunjungan delegasi IMF, Minggu (17/07/2022), di Istana Kepresidenan Bogor., Jabar. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr) (Beritabulukumba.com)

BERITABULUKUMBA.COM – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (17/07/2022).

Delegasi yang hadir yaitu Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan, dan Representatif Senior IMF untuk Indonesia James Walsh.

Saat memberikan keterangan seusai mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah hal kepada IMF mengenai situasi perekonomian di Indonesia.

Baca Juga: Kapolri Nonaktifkan Ferdy Sambo, Kadiv Propam Dijabat Wakapolri

“Ekonomi Indonesia relatif sedang baik di mana inflasi sekitar 4,2 persen, pertumbuhan 5,01 persen. Kemudian juga dalam situasi lain Indonesia, ekonomi dibanding negara lain kita punya debt to GDP ratio sekitar 42 persen, beberapa negara itu mencapai 100 persen. Kemudian defisit masih sekitar 4 persen dan current account 0,5 persen dan balance of trade kita 26 bulan positif terus, dan Indonesia punya foreign reserve sebesar 135 miliar Dolar AS,” ujar Menko Perekonomian.

Airlangga menjelaskan bahwa situasi perekonomian di Indonesia relatif baik dengan potensi resesi lebih kecil jika dibandingkan negara lain yaitu sekitar 3 persen.

Meski demikian, pemerintah berharap IMF akan terus mendukung dan memberikan narasi positif terhadap perekonomian Indonesia terutama dalam menghadapi krisis global.

Baca Juga: Innalillah! Rem Blong Truk Pertamina Tewaskan 10 Orang di Cibubur

“Kita sangat mengkhawatirkan dengan kondisi inflasi yang naik di berbagai negara. Tingkat suku bunga akan masuk rezim baru yaitu kenaikan tingkat suku bunga global dan tentu sangat mempengaruhi terhadap investasi yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Jabbar Bahring

Sumber: Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Minta Kasus Brigadir J Diusut Tuntas

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:10 WIB

Hari ke-6, 13 Parpol Mendaftar Peserta Pemilu 2024

Minggu, 7 Agustus 2022 | 07:49 WIB

Pasien Covid-19 di RS Alami Kenaikan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:53 WIB

PPATK Duga 176 Lembaga Selewengkan Dana

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:50 WIB

Kasus Binomo, Indra Kenz Jalani Sidang 12 Agustus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:11 WIB

Ferdy Sambo Kembali Diperiksa untuk Keempat Kali

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:51 WIB
X