Kasus Bayi Meninggal, Kopel: Ada Sistem dan Manajemen Yang Tidak Berjalan Sinkron di RSUD

- Selasa, 15 Oktober 2019 | 13:39 WIB
20191015_131952
20191015_131952


BERITABULUKUMBA.COM -- Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Andi Sulthan Daeng Radja kembali menjadi sorotan pasien. Pasalnya, pada saat hari libut, dokter sering tidak berada di tempat.





Tak terkecuali Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba. Melalui press rilis, yang diterima Beritabulukumba, Senin 15 Oktober 2019, ketua Kopel, Muh Jafar Parani mengatakan seringnya dokter tidak berada di tempat mengakibatkan lambatnya pemanganan pasien, ini menandakan bahwa ada sistem atau managemen yang tidak berjalan dan sinkron sebagaimana mestinya di RS.





Betul, bahwa dokter dapat bekerja pada 2 tempat, namun harus disadari dokter yang PNS dengan penempatan RS Bulukumba maka harus mengutamakan pelayanan di RS. Mereka dibayar dengan uang rakyat untuk memberikan pelayanan.





Adanya sistem atau managemen yang tidak berjalan, harusnya menjadi domain dewan pengawas rumah sakit untuk memastikan setiap pasien dapat tertangani dengan baik.





Dewan pengawas bertanggung jawab memastikan managemen pelayanan di RS berjalan sehingga hak pasien untuk mendapatkan layanan dasar dapat berjalan dengan baik.

Halaman:

Editor: Arnas Amdas

Tags

Terkini

Jokowi Tunjuk Tito jadi Menpan RB Sementara

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:22 WIB

Babak Baru Kasus Investasi Bodong Quotex

Senin, 4 Juli 2022 | 13:36 WIB

Dikeroyok, Artis Claudio Martinez Lapor Polisi

Senin, 4 Juli 2022 | 13:31 WIB

Tertahan di Imigrasi Saudi, 46 WNI Batal Berhaji

Minggu, 3 Juli 2022 | 10:10 WIB

Tata Cara dan Niat Sholat Idul Adha 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 02:35 WIB
X