• Sabtu, 10 Desember 2022

Delapan Negara Lakukan Study Adat di Kajang

- Rabu, 14 Februari 2018 | 21:06 WIB
Study Adat Kajang
Study Adat Kajang

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Sebanyak 28 orang peserta yang tergabung dalam Dedicated Grand Mecanism (DGM) dari delapan negara, disambut di Ruangan Rapat Bupati Bulukumba, Rabu 14 Februari 2017.

Rencananya, Kamis (15/2/2018) esok, rombongan peserta dari berbagai penjuru dunia itu bakal mengunjungi kawasan adat Tana Toa di Kecamatan Kajang dan diagendakan bertemu dengan pemangku adat, Ammatoa.

Kedelapan negara asal peserta tersebut yakni Ecuador, Thailand, Nepal, Myanmar, Vietnam, Filipina, Peru, dan Irlandia. Kedatangan mereka untuk menyaksikan secara langsung pola keseharian Masyarakat Adat Tana Toa di Kecamatan Kajang, Bulukumba.

-


DGM menganggap bahwa Bulukumba merupakan pioner pelestarian adat dan budaya, karena pemerintah daerah (Pemda) sangat mendukung hak-hak masyarakat adat.

Didepan para warga asing itu, Kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Misbawati A Wawo menjelaskan, bahwa pemda Bulukumba senantiasa berkomitmen terhadap pengelolaan dan pembinaan masyarakat adat di Bulukumba.

Menurutnya, komitmen tersebut telah terimplementasi melalui program kegiatan dari berbagai SKPD, beberapa diantaranya seperti pengelolaan hutan mangrove dari DLHK, dan Pengelolaan Ekowisata dari Dinas Pariwisata.



"Pemda melibatkan OPD terkait apa-apa saja yang menjadi kebutuhan dari masyarakat hukum adat kajang melalui pembentukan gugus-gugus tugas yang melibatkan banyak unsur atau banyak pihak," kata Misbawati, di ruang pola kantor Bupati Bulukumba.




Salahsatu peserta dari Nepal, Pasang Durma Sherpa mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi pemerintah Republik Indonesia, khususnya Pemda Bulukumba yang telah membuat peraturan daerah (Perda) yang khusus mengatur masyarakat adat.

Menurut Pasang, hal tersebut sangatlah berbeda dengan di negara asalnya, dimana sebuah peraturan akan kembali berubah jika masa pemerintahan telah berganti atau beralih kekuasaan.

"Di negara kami, semua peraturan akan kembali berubah jika pemimpin berganti. Jadi kami harus mulai dari awal lagi. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang bisa mempertahankan budaya dan adat," katanya via translater.

Peserta dari Ecuador, Johnson Cerda, juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia dalam melestarikan adat dan budaya.

"Kami senang. Masyarakat adat disini (Kajang) dapat pengakuan. Semoga bisa diikuti wilayah lain," katanya.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gempa Sukabumi M 5.8 Terasa di Jakarta

Kamis, 8 Desember 2022 | 08:13 WIB

Breaking News: Gempa M6,2 Guncang Jember Jatim

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:23 WIB

Gunung Semeru Meletus, BNPB: Tak Berpotensi Tsunami

Senin, 5 Desember 2022 | 20:48 WIB

Pinjol Peneror Digerebek, Berkedok Koperasi

Senin, 5 Desember 2022 | 11:02 WIB

Korban Jiwa Gempa Cianjur Mencapai 334 Orang

Minggu, 4 Desember 2022 | 12:12 WIB

Viral, Video Vanilla vs Mango di Facebook

Sabtu, 3 Desember 2022 | 13:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pemilu 2024 Tak Bisa Mundur

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:46 WIB

Bareskrim Gelar Perkara Ismail Bolong

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:57 WIB

Bareskrim Periksa Istri dan Anak Ismail Bolong

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:40 WIB

172 Obat Sirup dapat Izin Terbaru BPOM

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:55 WIB

Cuaca Buruk, Tembok Roboh Timpa 4 Mobil di Bintaro

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:11 WIB

Polwan Polda Metro Jaya Ikut Turun di Gempa Cianjur

Rabu, 30 November 2022 | 15:55 WIB
X