Akhir masa jabatan SBY, utang Indonesia membengkak

- Rabu, 24 September 2014 | 17:34 WIB
JAKARTA, BB – Diakhir masa jabatannya sebagai presiden Republik Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata meninggalkan utang yang sangat besar untuk Indonesia.

Pada Senin (22/9/2014), Melansir data DJPU Kementerian Keuangan, di Jakarta, selama 10 tahun menjabat, SBY telah menambah utang negara sekira Rp1.232,31 triliun atau naik 94,82 persen hingga Agustus 2014. Angka tersebut terlihat dari posisi utang pada Desember 2004 sebesar Rp1.299,5 triliun hingga Agustus 2014 sebesar Rp2.531,81 triliun.

Akan tetapi, SBY masih menyisakan September dan Oktober 2014. Diharapkan, di akhir jabatan SBY dapat menekan posisi utang pemerintah pusat. Jika mengacu data yang target utang dalam APBN-Perubahan 2014, paling tidak Indonesia akan menambah utang Rp102,206 triliun lagi hingga akhir tahun ini. Utang tersebut berasal dari penerbitan SBN sebesar Rp264,983 triliun dan pembayaran SBN jatuh tempo serta buy back sebesar Rp168,199 triliun.

Berikut posisi utang sejak Desember 2004 hingga Agustus 2014:

2004: Rp1.299,50 triliun
2005: Rp1.313,29 triliun
2006: Rp1.302,16 triliun
2007: Rp1.389,41 triliun
2008: Rp1.636,74 triliun
2009: Rp1.590,66 triliun
2010: Rp1.681,66 triliun
2011: Rp1.808,95 triliun
2012: Rp1.977,71 triliun
2013: Rp2.371,39 triliun
Agustus 2014: Rp2.531,81 triliun.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Jokowi Tunjuk Tito jadi Menpan RB Sementara

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:22 WIB

Babak Baru Kasus Investasi Bodong Quotex

Senin, 4 Juli 2022 | 13:36 WIB

Dikeroyok, Artis Claudio Martinez Lapor Polisi

Senin, 4 Juli 2022 | 13:31 WIB

Tertahan di Imigrasi Saudi, 46 WNI Batal Berhaji

Minggu, 3 Juli 2022 | 10:10 WIB

Tata Cara dan Niat Sholat Idul Adha 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 02:35 WIB
X