• Kamis, 11 Agustus 2022

Ulasan Buku 'Hanua Sinjai' Karya Sejarawan Bulukumba Disusun 30 Tahun Lebih

- Selasa, 17 Mei 2022 | 06:49 WIB
Muhannis (kemeja) sejarawan Bulukumba menyerahkan buku 'Hanua Sinjai'. (Dok. Alfian Nawawi) (Beritabulukumba.com)
Muhannis (kemeja) sejarawan Bulukumba menyerahkan buku 'Hanua Sinjai'. (Dok. Alfian Nawawi) (Beritabulukumba.com)

Baca Juga: Pandemi, Lenni Lesviani Bangun Bisnis Olshop di Desa

Dorongan dan bantuan beberapa literatur kuno dari kakek neneknya Puang Basiraq Daeng Basiq dan Balaq Nojeng Daeng Matiqnoq serta naskah-naskah keluarga lainnya yang semuanya telah tak ada lagi karena hancur, menambah keyakinan akan kemampuannya mengolah bahasa daerah menjadi karya sastra.

Drs. Muhannis Ara Daeng Lawaq lahir di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 5 Juni 1959.

Putra dari pasangan Maggauq Daeng Gau dan Jaenong Daeng Sinnong. Mulai menyukai dan belajar sastra daerah sejak kecil. Ia tertarik dengan keindahan bahasa tetua di kampungnya yang dia kira sama dengan puisi yang diajarkan oleh guru di sekolah, cuma berbeda bahasa.

Atas kecintaannya pada naskah kuno, Balai Arsip Nasional Makassar pernah memberikan Piagam Penghargaan pada dedikasinya menyelamatkan naskah-naskah kuno.

Untuk penciptaan karya sastra, karyanya selalu ditampilkan pada berbagai even dan pertunjukan. Di bidang lomba, menjadi juara lomba cipta puisi daerah se-Sulsel di UNHAS tiga tahun berturut-turut (2005, 2006 dan 2007). Karya-karya seni lainnya pernah dipentaskan di tingkat desa sampai internasional.

Buku terbarunya, Hanua Sinjai, mengantarkan pembaca pada pemahaman baru terhadap sejarah yang sering menjadi bahan perdebatan.

Perdebatan seperti kapan nama Sinjai mulai diperkenalkan, kapan konfederasi Tellulimpoe dan Pitulimpoe lahir dan siapa penggagasnya, kapan agama islam mulai diperkenalkan di Sinjai dan bagaimana prosesnya, bagaimana posisi Sinjai saat terjadinya perang antara Gowa dan Bone, apa peran putra-putra Sinjai pada saat perebutan kemerdekaan, saat terbentuknya NIT dan RIS.

Serta pernahkah ada putra Sinjai yang menduduki jabatan sebagai Mentri di Indonesia, apa itu Rumpakna Mangarabombang, kenapa terjadi Pemberontakan I Massalinri, kenapa Suka, Balasuka dan Tombolo Pao hilang di Sinjai.

Siapa yang pertama kali mengibarkan bendera merah putih dan di mana lokasinya dan lain-lainnya. Lebih dipertajam lagi siapa yang paling pantas disebut pahlawan Sinjai.

Halaman:

Editor: Lenni Lesviani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gerak Cepat, Camat Baru Andi Rusmin Benahi Kantor

Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:53 WIB

Cari Pemain Berbakat, Bupati Cup 2022 Resmi Dibuka

Selasa, 2 Agustus 2022 | 20:25 WIB

Kominfo Buka Blokir PayPal, Steam hingga Yahoo

Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:34 WIB
X