• Kamis, 11 Agustus 2022

Ulasan Buku 'Hanua Sinjai' Karya Sejarawan Bulukumba Disusun 30 Tahun Lebih

- Selasa, 17 Mei 2022 | 06:49 WIB
Muhannis (kemeja) sejarawan Bulukumba menyerahkan buku 'Hanua Sinjai'. (Dok. Alfian Nawawi) (Beritabulukumba.com)
Muhannis (kemeja) sejarawan Bulukumba menyerahkan buku 'Hanua Sinjai'. (Dok. Alfian Nawawi) (Beritabulukumba.com)

Pamungkas dari buku ini menuntaskan uraian secara menarik ihwal Pandemi Covid-19 yang ditinjau dari perspektif Pappaseng Toriolo.

Buku ini mengacu dan membahas hasil-hasil penelitian dan pengkajian data-data tentang Sinjai.

Baca Juga: Andi Utta Hadirkan Kebun Percontohan Bibit Durian Musang King dan Nangka Madu di Bulukumba

Pembaca buku ini diajak berenang dengan nyaman hingga menyelami lautan sejarah Sinjai yang diperkuat validitas data.

Wawasan dan pengetahuan pembaca ihwal Sinjai akan lebih mendalam serta menjawab banyak pertanyaan yang kerap muncul di kalangan pemerhati sejarah.

Pada tahun 2013, Muhannis juga menulis beberapa lagu berlirik Bahasa Konjo. Salah satu di antaranya diberi judul “Maliang Ri Ara” yang dinyanyikan oleh penyanyi Ulho.

Baca Juga: Bupati Andi Utta Minta Produk Lokal UMKM Tembus Toko Modern

Novel karyanya yang ditulis dalam bahasa Makassar: “Karruq Ri Bantilang Phinisi” atau “Tangisan di Gubuk Phinisi” pada tahun 2011 tiba-tiba menyentak jagad sastra Indonesia. Novel itu mencuri banyak perhatian dari kalangan penikmat sastra dan pemerhati budaya khususnya di Sulawesi Selatan.

Ia membuktikan kepiawaiannya menghasilkan karya sastra berbahasa daerah Makassar.

Kehadiran novel yang fenomenal itu adalah sebuah bentuk kepedulian terhadap bahasa daerah yang berfungsi sebagai identitas etnik.

Halaman:

Editor: Lenni Lesviani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gerak Cepat, Camat Baru Andi Rusmin Benahi Kantor

Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:53 WIB

Cari Pemain Berbakat, Bupati Cup 2022 Resmi Dibuka

Selasa, 2 Agustus 2022 | 20:25 WIB

Kominfo Buka Blokir PayPal, Steam hingga Yahoo

Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:34 WIB
X