Waspada, Stres Dapat Pengaruhi Resiko Gangguan Penglihatan

- Sabtu, 7 Januari 2023 | 09:40 WIB
Stres berkelanjutan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan mata. (Foto: Joobseker/Ilustrasi/PMJ News/Hadi) (Beritabulukumba.com)
Stres berkelanjutan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan mata. (Foto: Joobseker/Ilustrasi/PMJ News/Hadi) (Beritabulukumba.com)

Jakarta, Beritabulukumba.com - Tahukah kalian bahwa stres sangat umum dirasakan setiap orang, baik dewasa maupun anak-anak. Saat mengalami stres, tubuh akan menjadi waspada terhadap tantangan atau bahaya yang mengancam.

Stres merupakan perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, ataupun situasi yang baru.

Seperti dikutip beritabulukumba.com dari laman PMJ News, pada Sabtu (7/1/2023). Bahwa tidak sedikit orang yang menganggap sepele stres, padahal kondisi ini secara bertahap dapat merusak penglihatan.

Baca Juga: Ayo Terapkan, Lima Resolusi Tahun Baru Menuju Gaya Hidup Sehat

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Aging Cell, stres kronis membuat sel mata menua sebelum waktunya.

Sel-sel di mata memang menua seiring usia, sama seperti semua sel lainnya dalam tubuh. Namun, para peneliti lewat studinya menunjukkan bahwa stres berulang menyebabkan jaringan mata menua lebih cepat pada jaringan retina yang lebih muda.

Seperti dilansir dari laman Geo.tv, Rabu (4/1/2022), Dorota Skowronska-Krawczyk, asisten profesor fisiologi, biofisika, dan ophthalmology dari Center for Translational Vision Research di University of California menyebut pentingnya deteksi dini.

Baca Juga: Dito Mahendra Kembali Mangkir Dari Panggilan KPK Sebagai Saksi

"Studi kami menekankan pentingnya diagnosis dini dan pencegahan serta manajemen spesifik penyakit terkait usia, termasuk glaukoma," jelas Dorota Skowronska-Krawczyk, penulis studi tersebut.

Tim mengamati perubahan epigenetik pada penelitian dengan tikus. Perubahan epigenetik adalah suatu kejadian biasa dan alami, tetapi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, lingkungan, gaya hidup sehari-hari, dan penyakit yang diidap.

Temuan studi menunjukkan bahwa ada perubahan akumulatif pada sel mata yang mengikuti beberapa kejadian stres. Jika hanya dengan sedikit peningkatan stres, tidak ditemukan bukti kehilangan akson (serabut saraf) pada kepala saraf optik hewan remaja. Namun, kehilangan akson sektoral yang cukup besar ditemukan pada saraf optik hewan tua.

Baca Juga: Keluarga Minta Polisi Hentikan Kasus Sejoli Tewas di Apartemen Tangsel

Kondisi itu disebut mirip dengan fenotipe yang sering terlihat pada pasien glaukoma. Variasi jangka panjang dalam tekanan intraokular (tekanan cairan dalam mata) selama ini dianggap sebagai indikator yang dapat diandalkan dalam penanganan terkait glaukoma. Prediksi itu diperkuat dengan temuan penelitian.

Namun, tim peneliti berpendapat bahwa penuaan jaringan retina juga dipercepat oleh efek fluktuasi ringan yang sering terjadi. Menurut Skowronska-Krawczyk, bahkan peningkatan ringan tekanan intraokular dapat menyebabkan kematian sel ganglion di retina sehingga mengakibatkan gangguan penglihatan pada hewan yang usianya lebih tua.

Halaman:

Editor: Lenni Lesviani

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Khasiat Daun Jeruk Purut, Cegah Kanker hingga Diabetes

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:49 WIB

Catat! Malas Olahraga Turunkan Daya Ingat

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:38 WIB
X