• Minggu, 29 Januari 2023

Kotoran Telinga Pengaruhi Tingkat Stres

- Minggu, 4 Desember 2022 | 12:15 WIB
Tips ketika telinga masuk air (Foto: Gorajuara.com/dok:  pexel.com/ Nikita nikitin)
Tips ketika telinga masuk air (Foto: Gorajuara.com/dok: pexel.com/ Nikita nikitin)

Jakarta, Beritabulukumba.com - Tingkat stres seseorang dapat diketahui dari beberapa cara, salah satunya kotoran di telinga.

Metode ini mengumpulkan dan menganalisis kotoran telinga yang dapat mengukur kadar hormon stres kortisol.

Kortisol adalah hormon penting yang melonjak ketika seseorang stres dan menurun ketika mereka santai.

Baca Juga: Korban Jiwa Gempa Cianjur Mencapai 334 Orang

Tetapi, tingkat kortisol yang meningkat secara konsisten ternyata memiliki efek negatif pada sistem kekebalan tubuh, tekanan darah, dan fungsi tubuh lainnya.

Seperti dilansir dari laman Live Science, Minggu (4/12/2022), ada gangguan lain yang melibatkan kortisol yang abnormal, termasuk penyakit cushing yang disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan dan penyakit addison karena produksi kortisol yang kurang.

Orang yang mengidap penyakit cushing memiliki timbunan lemak yang tidak normal, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan tulang yang rapuh. Di sisi lain, pengidap penyakit addison memiliki tekanan darah rendah yang berisiko.

Baca Juga: Grand Final D'Academy 5: Sri Devi Prabumulih vs Eby Bima

Penemuan yang dilakukan oleh Andrés Herane-Vives, seorang dosen di University College London's Institute of Cognitive Neuroscience and Institute of Psychiatry dan rekannya memiliki cara baru untuk mengukur kadar kortisol.

Halaman:

Editor: Jabbar Bahring

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Malas Olahraga Turunkan Daya Ingat

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:38 WIB

Tips Kesehatan Mental

Rabu, 28 Desember 2022 | 22:58 WIB

Ini Manfaat Berlibur ke Pantai Bagi Kesehatan

Minggu, 11 Desember 2022 | 22:47 WIB

Kotoran Telinga Pengaruhi Tingkat Stres

Minggu, 4 Desember 2022 | 12:15 WIB

Tak Sekadar Bumbu Masakan, Ini Manfaat Lada Hitam

Senin, 28 November 2022 | 10:35 WIB

Studi WHO: Anak Muda Berisiko Tuli Akibat Headphone

Jumat, 18 November 2022 | 10:58 WIB
X