• Minggu, 29 Januari 2023

Aneh Tapi Nyata, Inilah Lima Negara Tanpa Malam di Dunia

- Rabu, 28 September 2022 | 13:50 WIB
Perubahan waktu siang dan malam terjadi karena adanya perputaran bumi atau yang disebut rotasi bumi dan juga revolusi bumi. (Foto: Dok.Net) (Beritabulukumba.com)
Perubahan waktu siang dan malam terjadi karena adanya perputaran bumi atau yang disebut rotasi bumi dan juga revolusi bumi. (Foto: Dok.Net) (Beritabulukumba.com)

Negara Alaska. (Foto: Dok. Net) (Beritabulukumba.com)

Negara Alaska masuk dalam wilayah Amerika Serikat (AS) dan dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah.

Keunikan lain dari Alaska, termasuk negara yang tidak memiliki laut atau eksklave yang menyebabkan Alaska terpisah daratan dari Amerika Serikat.

Selain sumber daya alam yang menjadi daya tariknya, fenomena siang sepanjang hari pun terjadi di negara ini. Salah satunya adalah Kota Borrow yang mengalami siang hari 24 jam selama 90 hari.

Masyarakat Kota Borrow sampai menggunakan alumunium foil di rumah mereka. Hal ini dilakukan agar menyebabkan efek gelap di dalam rumah, yang seolah-olah malam hari.

Menggelapkan rumah agar membuat kesan malam hari, membuat mereka bisa tidur dengan tenang.

5. Negara Swedia

Negara Swedia. (Foto: Dok. Net) (Beritabulukumba.com)

Swedia merupakan salah satu negara penyumbang ekspor hasil bumi terbesar berupa biji-bijian ke negara-negar Eropa lainnya.

Posisi negara Swedia sangat dekat dengan kutub utara, yang menyebabkan Kota Lulea mengalami siang hari selama 23 jam. Masyarakat Kota Lulea, hanya akan menikmati gelapnya malam selama 30 menit, pada saat musim panas.

Halaman:

Editor: Jabbar Bahring

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Malas Olahraga Turunkan Daya Ingat

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:38 WIB

Tips Kesehatan Mental

Rabu, 28 Desember 2022 | 22:58 WIB

Ini Manfaat Berlibur ke Pantai Bagi Kesehatan

Minggu, 11 Desember 2022 | 22:47 WIB

Kotoran Telinga Pengaruhi Tingkat Stres

Minggu, 4 Desember 2022 | 12:15 WIB

Tak Sekadar Bumbu Masakan, Ini Manfaat Lada Hitam

Senin, 28 November 2022 | 10:35 WIB

Studi WHO: Anak Muda Berisiko Tuli Akibat Headphone

Jumat, 18 November 2022 | 10:58 WIB
X