• Rabu, 17 Agustus 2022

Kupas Tuntas Vitamin C Tak Baik Bagi Kesehatan?

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 23:09 WIB
Suplemen Vitamin C. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Hadi) (Beritabulukumba.com).
Suplemen Vitamin C. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Hadi) (Beritabulukumba.com).

BERITABULUKUMBA.COM - Vitamin C tentu tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, kiwi, cabai, tomat, stroberi, atau bayam.

Namun beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kekurangan vitamin C adalah memiliki kebiasaan merokok, menderita penyakit kronis, atau menjalani diet tertentu.

Sebagaimana dikutip Beritabulukumba.com dari laman PMJ News. Sebuah tim independen ahli pengobatan pencegahan baru-baru ini mengungkap bahwa tidak ada cukup bukti yang menunjukkan konsumsi suplemen makanan bisa mencegah penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Mau Sehat? Segera Lakukan Lima Kebiasaan Ini di Pagi Hari

Tim tidak merekomendasikan orang dewasa sehat untuk mengonsumsi suplemen. Saran tersebut tentunya tidak berlaku untuk orang hamil, pasien penyakit kronis, anak-anak, dan mereka yang didiagnosis kekurangan vitamin.

Merujuk data dan wawancara ahli, sangat sedikit orang yang perlu mengonsumsi suplemen vitamin, terutama yang memiliki milligram jauh lebih banyak daripada rekomendasi harian.

Bahkan, dalam kasus diet tertentu yang bisa menyebabkan rendahnya asupan vitamin C, para ahli menganjurkan untuk makan lebih banyak sayur dan buah, alih-alih konsumsi suplemen.

Baca Juga: Apel Gabungan OPD Bupati Andi Utta: Jangan Tutup Jalan

Para ahli diet dan profesor di University of Houston, Kirstin Vollrath seperti dilansir Insider, Rabu (13/7/2022) mengungkapkan.

Halaman:

Editor: Lenni Lesviani

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai Gangguan Mata Jelang Usia 40 Tahunan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 13:46 WIB

Tahukah Kamu? Ini Empat Mitos Salah Soal Cokelat

Senin, 1 Agustus 2022 | 08:41 WIB
X