• Senin, 4 Juli 2022

Seruan Boikot Produk Coca-Cola di Tengah Perang Rusia Ukraina

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 03:34 WIB
Supermarket mengeluarkan produk Coca-Cola dari penjualan. Foto Facebook @NOVUS
Supermarket mengeluarkan produk Coca-Cola dari penjualan. Foto Facebook @NOVUS

BERITABULUKUMBA.COM - Seruan boikot produk minuman bersoda, Coca-cola terus menggema di tengah perang Rusia dan Ukraina.

Paling lantang disuarakan oleh pengusaha wanita Inggris yang juga tokoh TV Deborah Sonia Meaden.

Lewat akun Twitter, Dia mengajak kepada penggemarnya untuk berhenti meminum Coca-cola.

Baca Juga: PSM Makassar Mulai Bangkit, Bali United Jaga Peluang Juara BRI Liga 1

"Bisakah kamu berhenti minum Coca Cola. Mereka menolak untuk mundur dari Rusia. Let’s show them some people power," ajaknya.

Sejumlah supermarket menolak untuk menjual lagi produk dari Coca-Cola.

Boikot Coca-Cola ini muncul setelah kabar bahwa Coca-Cola masih beroperasi di Rusia, negara yang melakukan perang operasi khusus di Ukraina.

Baca Juga: Mobil Tesla-Ferrari dan Rumah Mewah Indra Kenz Bakal Disita Polisi

"Kami bertanggung jawab penuh kepada mitra kami, masyarakat, dan ribuan karyawan kami di Rusia. Prioritas tanpa syarat kami adalah keselamatan karyawan kami," kata perwakilan Coca-Cola dilansir dari situs The Kyiv Independent, Jumat 4 Maret 2022.

Halaman:

Editor: Jabbar Bahring

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X