Di Balik Inovasi Kripto Pi Network, Ada Tantangan dan Kritik Belum Open Mainnet

Jakarta, Beritabulukumba.com – Dalam beberapa tahun terakhir, mata uang digital atau cryptocurrency telah menjadi topik hangat di dunia teknologi dan finansial.

Salah satu inovasi terbaru dalam dunia cryptocurrency adalah Pi Network, sebuah proyek yang dirancang untuk memungkinkan pengguna menambang mata uang digital langsung dari ponsel mereka.

Pi Network telah menarik perhatian banyak orang karena pendekatannya yang unik dan potensinya untuk merevolusi cara kita memahami dan menggunakan mata uang digital.

Tak jauh beda dengan kripto lain, Pi Network juga menghadapi beberapa tantangan dan kritik.

Advertisement

Salah satu kritik utama adalah bahwa nilai Pi Coin belum ditentukan karena belum terdaftar di bursa cryptocurrency utama.

Ini berarti bahwa saat ini, pengguna tidak dapat menukar Pi Coin dengan mata uang fiat atau cryptocurrency lainnya.

Meski dalam roadmapnya, Pi Network siap merilis open mainnet atau tersedia di bursa tahun 2024 dengan syarat kondisi.

Selain itu, beberapa skeptis mempertanyakan apakah Pi Network benar-benar dapat mencapai tujuannya untuk menjadi cryptocurrency yang digunakan secara luas.

Advertisement

Mereka berpendapat bahwa tanpa nilai yang jelas dan utilitas yang nyata, Pi Coin mungkin tidak akan memiliki daya tarik yang bertahan lama.

Masa Depan Pi Network

Meskipun menghadapi beberapa tantangan, Pi Network memiliki potensi untuk menjadi inovasi besar dalam dunia cryptocurrency.

Dengan pendekatannya yang unik dan visinya untuk membuat mata uang digital lebih mudah diakses oleh semua orang, Pi Network dapat membuka jalan bagi adopsi cryptocurrency yang lebih luas.

Tim Pi Network berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas platform ini.

Advertisement

Mereka berencana untuk meluncurkan tahap selanjutnya dari proyek ini, termasuk integrasi dengan bursa cryptocurrency dan pengenalan fitur-fitur baru yang akan meningkatkan utilitas dan nilai Pi Coin.

Apa itu Pi Network?

Pi Network adalah sebuah cryptocurrency baru yang dikembangkan oleh sekelompok lulusan dari Stanford University, termasuk Dr. Nicolas Kokkalis, Dr. Chengdiao Fan, dan Vincent McPhillip.

Proyek ini diluncurkan pada tanggal 14 Maret 2019 (Pi Day) dan bertujuan untuk membuat cryptocurrency lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.

Pi Network memungkinkan pengguna untuk menambang Pi Coin (Pi) hanya dengan menggunakan ponsel mereka, tanpa memerlukan perangkat keras atau perangkat lunak yang mahal.

Berbeda dengan cryptocurrency tradisional seperti Bitcoin yang memerlukan perangkat keras khusus dan konsumsi energi yang besar untuk menambang.

Pi Network menggunakan mekanisme konsensus yang disebut Stellar Consensus Protocol (SCP).

SCP memungkinkan pengguna untuk menambang Pi Coin dengan cara yang jauh lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Proses penambangan di Pi Network dilakukan dengan mengklik tombol di aplikasi setiap 24 jam, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan Pi Coin sebagai imbalan. ***

Advertisement

*Disclaimer: 
Informasi dalam website ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, bukan saran keuangan atau investasi. Pembaca bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakan mereka. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan terkait keuangan Anda.

Komentar