Segera Atasi Siklus Haid Kamu Agar Tidak Telat Akibat Stres

Jakarta, Beritabulukumba.com Bagi sejumlah wanita pada umumnya pasti alamai ini, menstruasi atau haid adalah siklus normal bulanan di mana wanita mengalami perdarahan dari vagina.

Dimana darah menstruasi berasal dari lapisan rahim dan terjadi saat Anda tidak hamil. Selama menstruasi setiap bulan, sel telur dihasilkan oleh indung telur, hal ini disebut dengan ovulasi.

Namun telat haid dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya stres. Ada ciri-ciri telat haid karena stres yang perlu diketahui agar Anda tahu langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.

Dengan begitu, stres dapat dikelola dengan baik dan haid kembali lancar, stres bisa menyebabkan telat haid ketika kerja hipotalamus terganggu.

Advertisement

Tahukah kamu sahabat BB?
Hipotalamus adalah bagian otak yang bertanggung jawab terhadap siklus haid.

Selain itu, stres juga bisa membuat tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebih. Efeknya, haid menjadi tertunda atau bahkan tidak haid sama sekali selama beberapa periode.

Cara Atasi Telat Haid karena Stres:

Terapkan beberapa cara agar siklus haid atau menstruasi kamu tidak tertunda. (Foto: Ilustrasi) (Beritabulukumba.com)

1. Berolahraga Secara Rutin

Advertisement

Melakukan teknik relaksai atau meditasi
Melakukan hal yang membuat tertawa, misalnya dengan menonton acara TV yang mengundang gelak tawa.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat agar haid kembali lancar dan kesehatan lebih terjaga.

3. Lakukan Interaksi

Advertisement

Berinteraksi dengan orang terdekat agar perhatian teralihkan dan stres pun mereda.

Bila Anda sudah menerapkan langkah penanganan di atas tetapi stres tidak juga mereda dan haid tidak kunjung muncul, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika telat haid yang Anda alami sudah lebih dari 35 hari dari haid sebelumnya dan disertai gejala lain.

Seperti halnya nyeri perut terus-menerus, keluar keputihan berbau, atau nyeri setiap berhubungan seks. ***

Advertisement

*Disclaimer: 
Informasi dalam website ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, bukan saran keuangan atau investasi. Pembaca bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakan mereka. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan terkait keuangan Anda.

Komentar