Lusiana Tersenggol di Grup 2 Top 20 D’Academy Asia 6, Malam Ini Grup 3

Jakarta, Beritabulukumba.com – Konser D’Academy Asia 6 Babak Top 20 Group 3 akan berlangsung pada hari Selasa, 18 Juli 2023 malam ini.

Konser yang tayang mulai pukul 20.00 WIB disiarkan secara LIVE di INDOSIAR.

Empat academia yakni Beby Acha (Malaysia), Erdem Kursat (Turkiye), Indy Gunawan (Indonesia), dan Joe Clau (Timor Leste) akan kembali memberikan penampilan terbaik mereka di panggung D’Academy Asia 6 Babak Top 20 Group 3.

Sebelumnya di Grup 2, Lusiana Verdial (Timor Leste) menjadi academia dengan nilai terendah.

Advertisement

Sehingga Lusiana harus mengakhiri perjuangannya di kompetisi D’Academy Asia 6.

Perolehan nilai teratas yakni sebanyak 710 poin ditempati Melly Lee (Indonesia).

Disusul oleh King Kier (Philippines) dan Izzat Ramlee (Brunei Darussalam) di posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing 700 dan 682 poin.

Perebutan posisi paling bergengsi di kompetisi D’Academy Asia 6 meriah tadi malam (17/07).

Advertisement

Di babak ini, academia tampil dengan tema “Story of My Life” yakni tantangan untuk tampil solo membawakan lagu dangdut yang mewakili perjalanan hidup mereka. Ditemani host Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, Jirayut, dan Uyaina Arshad, sederet komentator terbaik perwakilan negara participant juga hadir langsung menilai penampilan seluruh academia di Konser D’Academy Asia 6 Top 20 Group 2. Mereka adalah Nassar (Indonesia), Siti Rahmawati (Turkiye-Indonesia), Soimah (Indonesia), Hanna Precillas (Philippines), Denada (Indonesia), dan Sheer Angullia (Singapore).

Panggung D’Academy Asia 6 tadi malam semakin seru dengan dengan kehadiran pemain Mega Series terbaru INDOSIAR “Gadis Titisan Jawara”.

Izzat Ramlee (Brunei Darussalam) tampil sebagai pembuka panggung D’Academy Asia 6 Top 20 Group 2 membawakan sebuah tembang milik Fildan Rahayu berjudul “Terima Kasihku”.

Penampilannya yang luar biasa, berhasil mendapat 5 standing ovation dari komentator. Soimah, salah satu komentator yang tidak memberikan standing ovation tetap mengapresiasi penampilan Izzat Ramlee sebagai peserta Brunei Darussalam yang terbaik, meski menurutnya ada beberapa bagian tempo lagu yang mengganggu. Berbeda dengan Nassar yang terus memuji aksi bernyanyi Izzat Ramlee (Brunei Darussalam) yang sempurna.

Advertisement

“Tidak ada komentar buat kamu. Saya sangat takjub, kamu bisa tebal tipis, kencang lembut, lirih marah. Pokoknya bisa mengeluarkan apa yang tidak kita sangka dalam satu kemasan lagu,” puji Nassar.

Penampilan Izzat disusul dengan kesuksesan King Kier (Philippines) yang berhasil meraih standing ovation dari seluruh komentator melalui lagu “Terima Kasih Bunda” ciptaan Erie Suzan.

Lagu ini dipersembahkan King Kier untuk segala proses karirnya yang selalu mendapat dukungan dari keluarga, khususnya dari Ibunya. Denada pun mengakui turut merasakan pesan dari penghayatan lagu yang dibawakan King Kier.

Sementara Hanna Precillas juga memuji penampilannya yang maksimal. “Nervous sudah sangat berkurang, King Kier sudah bekerja keras sampai di titik ini. Ini adalah berkat doa ibunya dan tentu rasa sayangnya ke ibunya,” tambah Hanna Precillas.

Advertisement

Berlanjut penampilan dari Melly Lee (Indonesia) yang juga berhasil membuat keenam komentator memberikan standing ovation dengan lagu “Ikhlas” ciptaan H. Ukat. “Melly Lee adalah diva di hati saya. Suara yang merdu, penampilan yang cantik, dan penghayatan yang sempurna ini bisa menjadikannya juara,” ujar Sheer Angullia.

Hanna Precillas pun memberikan sanjungan untuk penampilan Melly Lee (Indonesia) yang selalu konsisten dan terlihat cantik di televisi maupun secara langsung.

Lusiana Verdial (Timor Leste) menjadi academia terakhir yang tampil di Konser D’Academy Asia 6 Top 20 Grup 2 dengan lagu “Bunga Penganti” milik Rita Sugiarto.

Penampilannya hanya berhasil mendapatkan 1 standing ovation dari komentator. Sheer Angullia yang memberikan standing ovation, memberi apresiasi dengan perkembangan penampilannya dan lebih percaya diri.

Advertisement

Sementara Siti Rahmawati memberi saran penggunaan cengkok dengan gaya sendiri agar sesuai. “Lagu ini memang sulit, menggunakan cengkok khas Bunda Rita. Kamu memang sudah berusaha menggunakan style cengkok sendiri tapi tidak sampai. Terus asah dan latihan adalah kunci ya,” pesan Siti Rahmawati.

Panggung D’Academy Asia 6 terasa semakin spesial dengan kehadiran pemain Mega Series “Gadis Titisan Jawara”.

Tayang perdana Senin malam tadi, pemain Mega Series “Gadis Titisan Jawara” hadir dengan mengenakan kostum khas masing-masing karakter. Sandrinna Michelle, Alejandro Mariano, Flavio Zaviera, Harry Vaughan, Alin Fauziah, Jefan Nathanio, Emyr Razan, Fattah Syach, dan pemain lainnya berkesempatan berbagi cerita mengenai peran dan proses syuting Mega Series terbaru INDOSIAR ini.

“Aku berperan sebagai Gadis. Aku tidak ada basic kemampuan bela diri, tapi dapet adegan laga. Jadi aku belajar di set syuting,” ujar Sandrinna Michelle.

Advertisement

Semakin seru, pemain Mega Series “Gadis Titisan Jawara” juga ditantang untuk menunjukkan kemampuan akting dan aksi fight secara langsung.
***

*Disclaimer: 
Informasi dalam website ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, bukan saran keuangan atau investasi. Pembaca bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakan mereka. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan terkait keuangan Anda.

Komentar